Kamis, 14 Juni 2012

produksi siaran


Produksi Siaran/Program Acara Radio

Tujuan
Membangun keterampilan pengelola radio komunitas tentang produksi program acara radio komunitas.
Program acara radio komunitas terdiri dari berbagai bentuk seperti halnya radio lainnya (komersial/swasta dan RRI) namun orientasi dan kontennyalah yang sangat membedakannya. Berikut ini adalah beberapa bentuk program acara radio komunitas.
1. Talk Show
Talk Show dewasa ini merupakan program primadona, bisa disiarkan secara langsung/interaktif dan atraktif. Ditambah lagi dengan sifatnya yang menghibur (entertainment) karena salah satu “keharusan” sifat berita radio, yang sampai saat ini masih mengundang kontroversi. Entertainment sebenarnya bukan sekedar berarti menghibur, melainkan dinamis dan hidup. Oleh karena itu, peran pemandu /moderator sangat menentukan sukses-tidaknya acara ini. Pilihlah pemandu yang tidak emosional, fair, dan rapi dalam menjelaskan fakta atau opini kepada pendengar.
Perbedaan paling penting antara talk show dan wawancara berita adalah talk show bersifat dinamis, tidak terpaku pada aktualitas topic perbincangan, dan jam tayangnya fleksibel.
Talk Show dapat dimasukkan ke dalam kategori program special atau program wawancara sebagai acara. Bahkan ada yang menyebut setiap siaran kata adalah talk show, karena mengacu pada arti katanya sendiri yaitu talk (obrolan) dan show (gelaran).
Dua komponen yang selalu ada dalam program talk show adalah obrolan dan musik yang berfungsi sebagai selingan.
Persiapan yang harus dilakukan sebelum menyelenggarakan talk show adalah:
1. Menentukan topik dan tujuan.
2. Narasumber dianjurkan lebih dari satu orang. Hadirnya dua narasumber yang saling berbeda sikap /pendapat, bukan saja untuk memenuhi prinsip keberimbangan, tetapi juga menciptakan harmoni sekaligus kontroversi, sehingga talk show menjadi hidup.
3. Menentukan lokasi, kemasan acara dan durasi penyiaran.
konsep:
1. Topik yang dipilih aktual, sedang jadi sorotan
2. Bersifat analisis, tidak sekedar deskripsi kasus
3. Terjadi interaksi seimbang diantara nara sumber, tidak monopoli satu orang-satu sudut pandang
4. Terjadi kontroversi, perdebatan pro-kontra
5. Ada solusi terbuka di akhir perbincangan
komponen:
1) Pemandu Acara
Pemandu acara adalah orang yang nantinya memandu dan mengelola jalankan kegiatan Talk show, selain itu pemandu juga menjadi pengelola dinamika suasana yang terjadi dalam talk show tersebut. Dalam pelaksanan talk show, biasanya pemandu acara dibantu oleh seorang operator yang mengatur berbagai alat studio.
2) Naskah acara/ catatan
Naskah acara merupakan pedoman bagi pemandu acara untuk menjalankan acara ini. Dalam naskah ini juga berisi tentang topik yang akan dibahas, nama narasumber, durasi pembagian waktu berbicara bagi narasumber, waktu untuk berinteraksi serta waktu untuk selingan lagu.
3) Narasumber
Narasumber merupakan tokoh penting dan juga merupakan salah satu kunci dalam pelaksanaan talk show, karena narasumber adalah orang nantinya akan memberikan pendapat atau argumentasi tentang topik yang akan dibahas dalam acara talk show.
4) Tempat
Tempat atau lokasi dilaksanakannya talk show juga harus dipersiapkan dengan baik oleh pelaksana talk show, apakah acara talk show tersebut akan dilaksanakan di dalam studio atau di luar studio. Kegiatan talk show di luar studio dapat dilakukan misalnya di Aula Balai Desa, Gedung pertemuan dan sebagainya.
5) Alat komunikasi
Alat komunikasi yang digunakan dalam kegiatan talk show diantaranya adalah saluran telpon. Alat ini digunakan dalam sesi interaktif yang membri kesempatan bagi para pendengar di rumah yang akan berpartisipasi atau bertanya kepada narasumber secara langsung. Sedangkan bagi peserta talk show yang berada dalam satu ruang dengan narasumber, pertanyaan yang diajukan dapat disampaikan secara langsung maupun tertulis.
6) Lagu
Dalam kegiatan talk show, musik atau lagu digunakan pada awal acara sebelum pemandu acara membuka acara talk show, dan pada saat acara talk show berakhir sebagai lagu penutup.
7) Iklan
Iklan atau iklan layanan masyarakat dapat disiarkan atau digunakan ketika waktu jeda atau sebagai selingan dalam acara talk show. Biasanya pemutaran iklan ini berdurasi 1 menit.
Bentuk siaran:
1. LIVE (disiarkan langsung, harus interaktif)
2. TUNDA (direkam sebelumnya, murni monologis)
Perencanaan:
1. Menentukan target pendengar yang dituju dan membutuhkan pencerahan ilmiah
2. Menentukan topik dan nara sumbernya dari analisis terhadap kebutuhan pendengar
3. Menentukan pemandu, dengan kriteria figur toleran, terbuka, bersuara tajam dan intelek
4. Menyiapkan lokasi dan peralatan ON AIR terutama jika siaran langsung dari lapangan
Urutan acara:
1. Pembukaan berisi: pengenalan acara, pemandu, narasumber, dan topik yang akan diperbincangkan. Bisa pula diuraikan latar belakang mengapa topik itu dipilih.
2. Diskusi utama berisi: (a) pertanyaan awal, biasanya bersifat terbuka (membutuhkan penjelasan), (b) tanggapan dari narasumber atau pendengar, dan (c) pengembangan pertanyaan lanjut atas tanggapan-tanggapan itu.
3. Penutup berisi: kesimpulan, ucapan terima kasih, dan salam penutup, termasuk informasi program berikutnya. Kesimpulan tidak mutlak bersifat resume perbincangan, bisa juga sekedar analisis singkat dan pertanyaan terbuka untuk memancing perenungan pendengar. Seluruh struktur perbincangan, diselingi berbagai ilustrasi musik, yang dipilih sesuai karakter perbincangan dan selera pendengar di radio.
Membangun dinamika talkshow
Dinamika talkshow terbangun lewat komentar dan pertanyaan tajam dari pemandu yang bersifat :
* Konfirmasi kebenaran fakta/analisis, misal: apakah benar bapak pernah mengatakan….
* Memperjelas kebenaran pernyataan dengan data, missal: apa ada bukti dari ucapan bapak…..
* Membandingkan pendapat antar nara sumber, misal: bagaimana tanggapan bapak atas pendapat… tuduhan dari seseorang bahwa bapak….
2. PRODUKSI BERITA
Berita radio
Sajian fakta berupa peristiwa atau pendapat penting yang menarik bagi sebanyak mungkin pendengar
Penyusun berita
Siaran Langsung:
Reporter menggali fakta di lapangan dan melaporkannya pada saat bersamaan dari lapangan pula
Siaran Tunda:
Reporter menggali fakta di lapangan, kemudian kembali ke studio untuk mengolahnya sebelum disiarkan
Unsur-unsur berita
1. Penyiar / Narator
Penyiar atau narator adalah orang yang nantinya bertugas untuk membacakan berita dalam siaran radio.
2. Sumber Berita
Berita yang akan disampaikan radio dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti wartawan/reporter di lapangan, kontak atau hubungan dengan pusat-pusat informasi, politisi, god-given fact (kejadian/peristiwa yang jadi secara mendadak seprti gunung meletus, kebakaran dll), saksi mata, kantor berita dan sebagainya.
3. Berita
Sajian fakta berupa peristiwa atau pendapat penting yang menarik bagi sebanyak mungkin pendengar yang kita dapat dari narasumber.
4. Naskah Berita
Berita yang telah didapat oleh radio tentu tidak begitu saja langsung disiarkan tetapi harus melalui proses pengolahan ulang untuk menjadi berita radio. Berita radio yang telah didapat tersebut dapat dirubah menajdi bentuk Berita Tulis, yaitu berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. Berita bersisipan, yaitu berita yang dilengkapi atau di-Mix dengan sisipan suara narasumber, bulletin berita, yaitu gabungan beberapa berita pendek yang disajikan dalam satu blok waktu. 
5. Lagu (selingan atau back sound).
Dalam acara berita yang berdurasi cukup lama misalnya 30 menit, pendengar tentu akan meraa bosan dan jenuh jika hanya mendengarkan berita saja, maka pemutaran lagu sebagai selingan akan sangat membantu tetap didengarnya berita yang disiarkan, selain itu ketika ada waktu pemutaran lagu, penyiar pun dapat sedikit beristirahat
6. Rekaman wawancara dengan nara sumber
7. Rekaman atmosfir (suasana asli dari peristiwa)
bentuk-bentuk berita
1. Berita pendek (Straight News)
2. Buletin berita (Kumpulan Straight News)
3. Feature (Berita Mendalam)
Proses produksi
1. Merencanakan topik, nara sumber, daftar pertanyaan
2. Melakukan reportase di lapangan : Observasi, Wawancara dan Mengumpulkan data tertulis yang terkait
3.Menulis naskah
4.Membacakan laporan secara langsung atau tunda
A. BERITA PENDEK
Kemasan berita
• Ad-libitum (berbicara tanpa naskah) hanya teks yang dibacakan penyiar-reporter, langsung dari lapangan atau di studio.
• Spot (teks, wawancara dan atmosfir peristiwa)

Struktur berita
Piramida Terbalik :
(1) lead atau kepala berita berisi fakta inti (2) penjelasan dari lead dan (3) penjelasan tambahan

Berapa lama waktunya?
• 30 detik untuk Ad-Lib (narasinya maksimal 20 baris/jika dibaca kecepatan standar 30 detik)
• 90 sampai 150 detik (2,5 menit) untuk Spot

B. BERITA BULETIN
Berita Buletin
Kumpulan beberapa berita pendek, ditayangkan secara terjadwal, durasi antara 5 sampai 30 menit

Isi berita buletin

* Pengantar : Ringkasan Berita
* Materi Inti : 3-10 Berita Pendek
* Penutup : Ringkasan Berita

Jenis berita buletin.
Minor:
Sajian beberapa berita pendek dengan satu tema fokus misal : berita-berita olah raga atau berita budaya saja

Mayor:
Sajian beberapa berita pendek dengan beragam tema dari olah raga, ekonomi, politik, hukum, dilengkapi wawancara pendek, Vox Pops, dll.

Kemasan berita buletin
Tunggal: hanya beberapa berita pendek tanpa atau dengan pengantar dan penutup
Variatif: beberapa berita pendek dilengkapi wawancara aktualitas, vox pops bahkan feature diiringi musik intro-extro dan backsound

Kemasan berita pendeknya bervariasi :
1.Ad-lib (hanya teks yang dibacakan presenter)
2.Spot (rekaman teks, atmosfir dan wawancara)
3.Live Report dari reporter dipandu oleh anchor
Membuka berita buletin
Musik intro (musik khusus untuk buletin)
1. Salam buletin
selamat pagi pendengar, tepat pukul 7 WIB, inilah buletin dari radio… bersama saya…
2. Langsung ringkasan
(Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar menegaskan….., Ketua tim pengacara Abu Bakar Ba’asyir minta……, Pendengar, dari kawasan Malioboro Yogyakarta, inilah buletin sore radio…..). Berita pertama disampaikan rekan saya……silahkan.
Menutup berita buletin
Musik smash (musik perpindahan materi)
Langsung salam buletin :
Pendengar, sekian saja buletin pagi ini edisi….., terima kasih ….
Menyambung berita akhir :
Berita soal tadi mengakhiri perjumpaan kita di buletin ….) Musik extro (musik khusus untuk buletin
Jadwal siar buletin
Setiap jam, Setiap hari, Seminggu Sekali
3. MEMBUAT JINGGEL
Tujuan
1. Mempromosikan keberadaan radio di tengah masyarakat
2. Memberikan informasi simbol atau identitas terpenting radio
3. Membentuk citra radio tertentu dibenak pendengar
4. Pada saat disiarkan, ia juga berfungsi sebagai jeda dan “pengingat”
Prinsip
1. Mewakili citra radio yang ingin dibangun di benak pendengar
2. Menyentuh perasaan dan pikiran agar mudah diingat
3. Memiliki keunikan dibandingkan radio lain
4. Disiarkan berulang-ulang, terutama saat-saat pergantian acara
Jenis
1. Jinggel untuk stasiun radio
2. Jinggel untuk acara radio
3. Jinggel untuk penyiar radio
Lama waktu
5 sampai 15 detik
Bentuk kemasan
1. Ad-libitum (teks yang dibaca secara berirama oleh narator)
2. Spot (teks yang digabung dengan musik, atmosfir dan sebagainya atau sekedar musik dan lagu tema yang merujuk identitas radio)
Pilihan musik
1. Smash (Ditempatkan antara slogan dengan informasi nama radio)
2. Backsound (Sebagai latarbelakang saat pengucapan narasi informasi)
3. Intro-Extro (Musik awal dan akhir, bisa dipakai tapi bisa pula tidak)
Elemen
1. Penentuan tujuan
Kebutuhan awal dari produksi jingle adalah menentukan tujuan dari pembuatan terseut, jingle dimaksud akan digunakan untuk apa, misalnya untuk mempromosikan radio, membentuk citra pendengar radio dan sebagainya.
2. Naskah
Naskah dibuat sebagai bahan yang akan disampaikan atau dimasukkan dalam jinggle yang akan dibuat, selain itu bisa juga dimasukkan hasil wawancara dengan tokoh tertentu yang sekiranya cocok untuk dimasukkan dalam jinggle.
3. Narator
Narator adalah orang yang nantinya membacakan naskah atau mengisi suara dalam pembuatan jinggel.
4. Alat produksi
Jinggel yang baik dan layak untuk disiarkan adalah jinggel yang telah melalui proses editing, alat produksi berupa komputer dibutuhkan sebagai salah satu input program siaran, karena bahan atau naskah yang ada dapat digabungkan (mixing) dengan berbagai bahan lain seperti lagu sebagai backsound.
5. Lagu-lagu
Lagu-lagu atau musik juga menjadi kebutuhan dalam program siaran yang nantinya dapat digunakan sebagai musik latar (backsound)
Beberapa jenis jinggel
a. Menyebutkan Nama Stasiun
Nama stasiun disebut lengkap, jika singkatan misalnya Bikima, maka dimulai dengan kepanjangannya dulu: Biwara Kirana Mataram)
b. Menyebutkan Frekuensi Radio
Frekuensi radio disebut lengkap angka : 104,75, dan jalurnya : FM/AM)
c. Menyebutkan Lokasi Studio
Alamat lengkap atau nama kawasan yang dikenal pendengar,
Misalnya: Dari komplek Balai Desa Timbulharjo….
d. Menyebutkan Slogan
Kata kunci yang dipergunakan oleh radio untuk melukiskan keberadaan dirinya ditengah pendengar : Saluran informasi warga Timbulharjo)
e.Testimoni
Ungkapan positif tokoh masyarakat setempat tentang radio.
Jenis tuturan
Provokatif : MBS, Radio yang mengembangkan budaya dan seni
Sugestif : Ringan di telinga, akrab di hati, radio Persada…
Informatif : Anda masih bersama dengan frekuensi………
Variasi
1. Buatlah jingle lebih dari satu agar ketika diputar tidak membosankan
2. Setiap jinggel hendaknya padat informasi, misalnya untuk promosi identitas radio bisa dibuat tiga jingle dengan narator yang berbeda (1) nama dan frekuensi (2) nama dan lokasi (3) nama dan slogan
Proses pembuatan
1. Menentukan tujuan khusus (pilih salah satu dari tiga tujuan diatas)
2. Menyiapkan elemen tuturan termasuk wawancara tokoh jika perlu, menyiapkan elemen musik dan memilih narator yang tepat
3. Perekaman pengucapan vokal narator, kemudian editing-mixing
Contoh :
* Intro : musik R & B (3 detik)
* Lokasi : dari kawasan Simpang Lima Semarang…..(2 detik)
* Smash: musik Soft Rock (2 detik)
* Nama Stasiun : Jatayu FM (1 detik)
* Slogan: tempat anak muda mangkal (2 detik)
4. MEMBUAT IKLAN RADIO
Jenis iklan
* Iklan layanan komersial (menjual produk)
* Iklan layanan sosial (menjual pesan)
Bentuk
* Ad-Libitum (berupa naskah yang dibaca saja, durasi 30 detik)
* Spot (berupa naskah iklan yang dipadu dengan musik, efek suara, petikan wawancara, durasi 30-60 detik)
* Program khusus (ad-lib dan spot disiarkan bergantian sebagai media pesan sponsor acara tertentu)
Sifat pesan
* Provokatif (paksaan psikologis, sloganistik) misalnya : Mari kita ciptakan Yogya yang bersih, sehat dan nyaman
* Informatif (narasinya kaya dengan informasi data, sebab-akibat) misalnya : Telah dibuka Matahari Jalan Solo, menjual berbagai peralatan kebutuhan keluarga, mulai…
* Sugestif (menggugah keinginan melaui metafor atau kalimat puitis) misalnya : wajah putih, wajah alami dan cerdas atau lewat lagu tema dengan liriknya (narasi yang dinyanyikan)
Unsur didalam iklan
* Narasi yang dibacakan sendirian, berdua atau lebih
* Musik sebagai efek (backsound, intro-extro, smash)
* Atmosfir rekaman situasi yang sesuai story iklan
* Testimoni, petikan pernyataan tokoh tentang produk/pesan
Proses produksi iklan
* Melakukan riset produk dan pesan dan segmen sasaran
* Menentukan produk apa yang akan diiklankan dan kelebihan yang ingin ditonjolkan : sabun untuk kecantikan (komersial)
* Menentukan inti pesan yang akan diiklankan : kesehatan, adalah segalanya, jika demikian mengapa kita merokok?
* Membuat deskripsi skenario (story board) iklan yang akan diproduksi : siapa sebagai apa, dimulai dengan narasi apa
* Menentukan pelaksana produksi : produser, pengisi suara adegan, narator, penulis naskah (copy writer), operator
Struktur iklan yang lazim
* Menarik perhatian : sentuhan musik atau narasi kuat di awal : teriak, misalnya teriakan seseorang atau “dialog tajam” antara dua aktor: “Pokoknya saya tidak mau, lho mau apa?”
* Musik, narasi atau dialog lanjutan yang bisa membawa ke suasana tertentu berkait pesan inti dari iklan, termasuk peribahasa atau pernyataan figur publik : “Emosi tidak menyelesaikan masalah, emosi justru membawa masalah”
* Menarik perhatian : sentuhan akhir dramatis yang membuat kesan kuat, meninggalkan kelucuan hingga selalu teringat
Yang perlu dihindari
* Penggunaan bahasa asing yang sulit dimengerti
* Pemberian harapan, promosi yang terlalu muluk, membuat pendengar berkhayal, “Anda ingin kaya dalam sekejap?”
* Pesan berbau SARA, “mengadu” dua sosok etnik tertentu
* Terlalu detil sehingga sulit diingat, bukan informasi dasar yang bersifat kualitatif
Sebelum disiarkan, iklan yang selesai diproduksi sebaiknya diujidengarkan dulu di kalangan terbatas, dikoreksi dan dilakukan perbaikan sesudahnya.















Daftar Rujukan
Masduki, buku menjadi broadcaster profesional,pustaka populer LkiS Pelangi Aksara Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar