Kamis, 21 Juni 2012

teknik penulisan karya ilmiah


TEKNIK PENULISAN
1. Penggunaan Bahasa
Dalam karya ilmiah digunakan bahasa yang baik dan benar,yaitu bahasa yang jelas,tepat,formal,dan lugas,serta menggunakan ejaan yang benar.
Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggunakan kalimat pasif,kata-kata yang tidak emotif,dan tidak berbunga-bunga.
Berikut ini rangkuman beberapa kaidah penting yang perlu diperhatikan.
Tanda titik (.),koma (,), titik dua (:), tanda seru (!), tanda Tanya (?),dan tanda  (%), diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
Baku
Tidak baku
·         Sampel dipilih secara acak.Data dianalisis dengan teknik korelasi,                                               anova, dan regresi ganda.
·         … dengan teori; kemudian
·         … sebagai berikut:
·         Hal itu tidak benar!
·         Benarkah hal itu?
·         Jumlahnya sekitar 50%.
·         Sampel dipilih secara acak .
·         Data dianalisis dengan teknik korelasi , anova , dan regresi ganda.
·         … dengan teori ; kemudian
·         … sebagai berikut :
·         Hal itu tidak benar !
·         Benarkah hal itu ?
·         Jumlahnyansekitar 50 %.

Tanda kutip (“…”) dan tanda kurung (…) diketik rapat dengan huruf dari kata atau frase yang diapit.
Baku
Tidak baku
·         Kata “table” ditulis…
·         Instrument tersebut dianggap baku(standardized).
·         Kata “ table ” ditulis…
·         Instrument tersebut dianggap baku ( standardized ).

Tanda hubung (-), tanda pisah (_), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan mengikutinya.
Baku
Tidak baku
·         Tidak diulang-ulang.
·         Ini terjadi selama tahun 1942--1945.
·         Semua teknik analisis yang dipakai di sini—kuantitatif dan kualitatif—perlu ditinjau.
·         Hasil/temuan penelitian.
·         Tidak diulang - ulang.
·         Ini terjadi selama tahun 1942 -- 1945.
·         Semua teknik analisis yang dipakai di sini — kuantitatif dan kualitatif — perlu ditinjau.
·         Hasil  / temuan penelitian.

Tanda sama dengan (=) lebih besar (>),lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudahnya.
Baku
Tidak baku
·         P = 0,05
·         P > 0,01
·         P < 0,01
·         a  +b = c
·         a : b = d
·         p = 0,05
·         p > 0,01
·         p < 0,01
·         a  + b = c
·         a : b = d

Akan tetapi, tanda bagi ( : ) yang dipakai untuk memisahkan tahun penerbitan dengan nomor halaman pada rujukan diketik rapat dengan angka yang mendahului dan mengikutinya.
Baku
Tidak baku
·         sugono ( 2010:99) menyatakan bahwa
·         Sugono ( 2010: 99) menyatakan bahwa

Pemenggalan kata pada akhir baris (-) disesuaikan dengan suku katanya.
Baku
Tidak baku
·         Ditinjau dari tujuan penulis-
an
·         Sampel penelitian ini diambil
·         Ditinjau dari tujuan penulis_
An
·         Sampel dalam penelitian ini diambil

2. Pengetrikan dan peninjauan
2.1 Pengetikan
            Skripsi, makalah, artikel, dan laporan penelitian ditulis dengan menggunakan kertas HVS 70/ 80 gram, ukuran A-4.Pengetikan skripsi dan laporan penelitian harus mengikuti aturan-aturan berikut ini.
·         Diketik dengan menggunakan komputer  dengan jenis huruf times new roman ukuran 12, dicetak dalam quality letter.
·         Artikel ilmiah diketik dengan 1,5 spasi makalah, skripsi dan laporan penelitian diketik dengan 2 spasi.
·         Antarjudul pada daftar isi, daftar gambar,daftar tabel, daftar lampiran, dean daftar lainnya diketik dengan 2 spasi.
·         Judul dan subjudul yang ditulis lebih dari 1 baris, jarak antar barisnya 1 spasi.
·         Jarak ju7dul dengan subjudul, judul/subjudul dengan teks, teks dengan subjudul berikutnya, teks dengan gambar / tabel, dan tabel / gambar dengan teks/ sub berikutnnya adalah 3 spasi.
·         Batas /pias kiri, atas, kanan, dan bawah masing-masing adalah 4cm,3cm,3cm, dan 3cm.
·         Pengetikan paragraph baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk ( indentasi ) 5 huruf  (1 tab).
·         Judul bab ditulis dengan menggunakan huruf capital seluruhnny, rata tengah (center) dengan jarak 4 spasi dari pias atas dan subbab dituluis rata kiridengan menggunakan huruf kaputal setiap awal kata, kecuali kata tugas,tanpa gari bawah dan tanpa titik (.), tanda Tanya (?), dan tanda seru (!).
·         Nomor bab menggunakan angka romawi.
·         Cara penomoran dapat menggunakan salah satu cara dari kedua cara berikut ini.
·         Cara pertama: I.,A.,1.,a., 1),(1),(a)dst.
·         Cara kedua: I., 1., 1.1.1, dst.
Untuk skripsi, laporan penelitian, dan makalah ilmiah tugas akhir program sarjana digunakan alternative kedua.
·         Cara penomoran harus digunakan secara knsisten,tidak boleh dicampuradukan.
·         Perpindahan dari satu butir ke butir berikutnya tidak harus menjorok, melainkan dapat diketik lurus / atau simetris agar tidak mengambil terlalu banyak tempat dan demi keindahan format.
·         Penggunaan nomor urut sebagaimana disebutkan diatas sebaiknyadibatasi dan jangan berlebihan karena pada prinsipnya karya tulis ilmiah lebih banyak menggunakan uraian bukan pointers.
·         Judul ditulis disebelah atas tabel, sedangkan judul untuk bagan,diagram, atau gambar, ditulis sebelah bawah, letak tengah (center text) dengan menggunakan huruf kapital semua.
×          Judul tabel  atau gambar beserta tabel atau gambarnya harus ditempatkan pada halaman yang sama (jika memungkan).Penyebutan tabel atau gambar dalam teks menggunakan kata “tabel” atau “gambar” (diberi nomor sebagai identitas). Jika terpaksa dilakukan pemotongan, pada halaman berikutnya disebutkan, misalnya, “tabel 9(lanjutan…).
×          Spasi dan ukuran huruf dalam tabel / gambar boleh berbeda dari teks sebelumnya dan sesudahnya. Asalkan masih tetap jelas dibaca.
×          Tepi kanan teks tidak harus rata. Oleh karena itu, kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika harus terpaksa dipotong,tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakan dibawahnya.
×          Tempaykanlah nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman, kecuali halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal. Nomor halaman awal bab dan bagian awal ditulis di tengan bagian bawah halaman.
×          Tidak boleh ada bagian yang kosong pada halaman, tidak terkecuali akhir suatu bab.
×          Tidak boleh memberi  tanda apapun sebagai berakhirnya suatu bab.
×          Tidak boleh bmenempatkan judul subbab dan identitas tabel pad akhir halaman (kaki halaman).judul subbab pada “kaki halaman” harus diikuti minimum dua baris teks.
×          Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-), tetapi menggunakan tanda built (· atau n). ukuran besar-kecilnya built yang digunakan disesuaikan dengan ukuran huruf yang digunakan. Built diletakan di tepi kiri, terpisah atu ketukan denhgan huruf yang mengikutinya. Rincian dengan menggunakan angkan hanya diperbolehkan jika mengandung pengertian langkah-langkah atau prosedur. Daftar rujukan tidak boleh ditempatkan dikaki halaman atau akhir setiap bab. Daftar rujukan hanya boleh ditempatkan setelah bab terakhir dan sebelum lampiran-lampiran (jika ada).
·         Tidak boleh menambahkan spasi antarkata dalam satu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan. Spasi antara dua kata adalah sama dengan ukuran satu huruf. Tepi kanan boleh rata (full justification) atau tidak rata. Jika tepi kanan rataharus diupayakan spasi antarkata cukup rapat dengan melakukan pemenggalan kata yang terletak diakhir baris (jika perlu) menurut suku katanya (fasilitas hyphenation diaktifkan) mengikuti kaidah bahasa Indonesia / inggris baku.
·          Lambing-lambang / simbol yang tidak dapat dituliskan dengan computer hendaknya ditulis dengan tangan secara rapi dengan tinta hitam.
·         Bagian awal skripsi dan laporan penelitian diberi nomor halaman angka romawi kecil  di tengah bagian bawah 1,5 cm dari tepi bawah kertas, sedangkan nomor halaman pada bagian inti dan bagian akhir (pendahuluan sampai dengan lampiran) skripsi dam laporan penelitian dengan angka arab di kanan atas ,1,5 cm dari tepi atas kertas 3 cm dari tepi kanan kertas, kecuali nomor halaman bab baru yang ditulis di tengah bagian bawah halaman 1,5 cm dari tepi bawah tepi kertas. Nomor halaman untuk lampiran melanjuatkan nomor halaman selanjutnya.






2.2 Penjilidan
            Ketentuan mengenai penjilidan yang dikemukakan disini hanya berlaku untuk makalah tugas akhir program sarjana, skripsi, dan laporan penelitian sedangkan penjilidan makalah tugas perkuliahan, laporan bab, dan laporan buku diatur sendiri oleh dosen yang member tugas.
·         Makalah tugas akhir program sarjana, skripsi, dan laporan penelitian harus dijilid menggunakan karton tebal. Pada punggung skripsi hendaknya dimuat nama penulis, judul logo, STKIP Muhammadiyah kotabumi-Lampung, dan tahun.
·         Makalah tugas akhir program sarjana dijilid sebanyak 4 buah dengan rincian satu 1 untuk program studi, 1 untuk perpustakaan, 1 untuk pembimbing, dan satu untuk arsip mahasiswa.
·         Skripsi dijilid sebanyak 6 eksemplar dengan rincian 1 untuk program studi, 1 untuk perpustakaan pusat, 2 untuk pembimbing, 1 lokasi penelitian, dean 1 untuk arsip penulis.
·         Laporan penelitian dijilid sebanyak 4 eksemplar (1 program sudi yang relevan, 1 untuk perpustakaan pusat, 1 untuk PPPM, dan 1 untuk arsip peneliti).
·         Halaman sampul skripsi dan makalah tugas akhir harus dicetak keras (tebal) dengan tinta kuning emas diatas dasar kulit kain linen dengan warna sebagai berikut.
·         Prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, warna hijau tua.
·         Prodi pendidikan bahasa inggris warna coklat muda (light brown).
·         Prodi pendidikan matematika warna biru tua.
·         Halaman sampul laporan penelitian harus dicetak keras (tebal) dengan tinta diatas dasar dengan warna sebagai berikut.
·         Prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, warna hijau muda.
·         Prodi pendidikan bahasa inggris warna kuning tua.
·         Prodi pendidikan matematika warna merah hati.

3. Penulisan Kutipan Dan Sumber Kutipan
            Penulisan karya ilmiah tidak dapat dihindarkan dari pengutipan / perujukan. Pengutipan / perujukan dapat dilakukan secara langtsung, mengutip mengambil utuh baik substansi maupun bahasa dari sumber kutipan. Pengutip tidak melakukan perubahan apapun terhadap isi dan bahasa dari bagian yang dikutipnya. Kutipan tidak langsung disebut juga kutipan isi. Pengutip hanya mengambil isi/substansi dari bagian yang dikutip. Pengutip bisa saja merangkum  / meringkas bagian y6ang dikutip atau menyampaikan nembali pemahamannya atas bagian tersebut dengan gaya pengungkapan (kata-kat / bahasa) dari bpengutip sendiri.
·         Mencantumkan nama akhir, tahun, dan nomorhalaman.
·         Jika ada 3 pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir ketiga pengarang tersebut.
·         Jika pengarang lebih dari 3 orang, cukup ditulis nama akhir pengarang pertama diikuti dengan singkatan dkk.
·         Jika nama pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, atau nama Koran.
·         Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama pengarang aslinya, tahun dan halaman terjemahan.
·         Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang yang berdeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.
Berikut ini dipaparkan secara terinci disertai dengan contoh cara mengutip dan menuliskan sumber kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kutipan Langsung Kurang Dari 40 Kata / 4 Baris
Kutipan langsung yang isinya kurang dari 40 kata / 4 baris ditulis diantara tanda kutip (“…”) terpadu dalam teks utama. Sumber rujukan yang berupa nama pengarang dapat ditulis  secara terpdu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman dalam tanda kurung.
 Contoh kutipan dengan nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu adalah sebagai berikut.

Caldwell dan Spinks (1992:4) mengemukakan, “sekolah swakelola adalah sekolah dalam sistem pendidikan dengan desentralisasi yang signifikan dan konsisten ke tingkat sekolah mengenai otoritas untuk membuat keputusan  terkait dengan pengalokasian sumberdaya”

 Contoh kutipan dengan nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbit dan nomor halaman.
“sekolah swakelola adalah sekolah dalam sistem pendidikan dengan desentralisasi yang signifikan dan konsisten ke tingkat sekolah mengenai otoritas untuk membuat keputusan  terkait dengan pengalokasian sumberdaya” (Caldwell dan spinks 2005:4)
Jika ada tanda kutipan dalam kutipa, digunakan tanda kutip tunggal (‘…..’).

Contoh:
Suwignyo (2007:99) menyimpulkan, “terdapat kecenderungan semakin banyak ‘campur tangan’ kepala sekolah semakin rendah tingkat partisipasi guru di daerah perkotaan.”

Kutipan Langsung 40 Kata / 4 Baris Atu Lebih
Kutipan langsung yang isinya 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip, terpisah dari teks yang mendahului, dimulai pada ketukan kelima dari pias/margin kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal. Sumber rujukan yang berupa nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman dealam tanda kurung.
Contoh:
Damono (2004:8) menegaskan sebagai berikut.
Sosiologi dan sastra bukanlah dua hal y6ang sama sekali berbeda, melainkan dapat dikatakan saling melengkapi, tetyapi kenyataannya keduanya selama ini cenderung terpisah-pisah. Beberapa ahli sosial sejak abad yang lalu telah mencoba menyinggung-nyinggung sastra, namun pada hakikatnya mereka masih menganggap sastra sekedar bahan untuk menylidiki strutur sosial. Zaman kita ini telah menyaksikan perkembangan pesat sosiologi agama, sosisologi pendidikan, dan sosisologi idiologi, tetapi sosiologi sastra ternyata muncul sangtat terlambat.

Jika dalam kutipan terdapat paragraph baru lagi, baris barubny6a dimulai dengan lima ketukan lagi dari garis teks kutipan.
Contoh:
Suyitno (207:29) menyimpulkan sebagai berikut.
Alih latihan memungkinkan mahasiswa memanfaatkanhal yang didapatkan dalam PBM untuk memecahkan persoalan nyata dalam kehidupan. Kemampuan transfer telah dimiliki oleh mahasiswa jika mahasiswa itu mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, informasi, dan sebagainya sebagai hasil belajar pada latar yang berbeda (kelas, laboratorium, simulasi, dan sejenisnya) ke latar yang nyata , yaitu kehidupan dalam masyarakat.
Jika kemampuan ini dapat dibekalkan kepada mahasiswa, mwreka akan memiliki wawasan pencipta kerja setelah lulus dari perguruan tinggi memiliki andil dalam mengatasi masalah pengangguran di daerah masing-masing.

Kutipan  Langsung Yang Sebagian Dihilangkan
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kat-kata yang dibuang dig anti dengan tiga titik.
Contoh:
“semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah …
Diharapkan sesudah memahami  kurikulum baru” (manan, 2005:278).
Apabila ada kalimat yang dibuang, kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.
Contoh:
“Gerakan manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain…. Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menagkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim, 1995:315).

Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Yang dimaksud dengan kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri. Kutipan tidak langsung ditulis tanopa tanda tanda kutip dan tarpadu dalam teks. Nama pengarang sumber kutipan dapat disebut terpadu dalam teks.
Contoh:
Soedarsono (2008:15) mendefinisikan karakter sebagai nilai-nilai yang terpatri dalam diri kita melalui pendidikan,pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai diri dalam diri manusia menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku seseorang.

Nama pengarang juga dapat di tulis menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman.
Contoh:
Karakter merupakan nilai-nilai  yang terpatri dalam diri kita melalui pendidikan,pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai diri dalam diri manusia menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku seseorang (soedarsono 2008:15).

4. Penulisan Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar rujukan harus sudah dimasukan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujukan dalam teks tidak dimasukan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam teks (skripsi, makalah, artikel, dan laporan penelitian,laporan buku/bab) yang harus dicantumkan dalam daftar rujukan.
Pada dasarnya, unsure yang ditulus dalam daftar rujukan secara berturut-turut meliputi:
1)      Nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal,dan nama tengah, tanpa gelar akademik, nama pengarang yang terdiri atas dua bagian ditulis dengan urutan: nam akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat) diakhiri dengan titik (jika penulis lebih dari satu orang hanya nama penulis pertama yang dibalik urutannya.
2)      Tahun penerbit diikuti tanda titik.
3)      Judul buku dan subjudul (kalau ada), dipisahkan dengan tanda titik dua dan diakhiri dengan tanda titik.
4)      Tempat penerbitan, diakhiri dengan tanda titik dua.
5)      Nama penerbit di akhiri dengan tanda titik.
Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi bergantung pada jenis sumber pustakanya.

4.1 Rujukan Dari Buku
Urutan dari daftar rujukan dari buku adalah tanpa pengarang, titik, tahun penerbitan, titik, judul buku (ditulis dengan huruf miring dengan huruf kapital pada awal setiap kata, kecuali kata hubung dan kata depan), titik, tempat penerbitan, titik dua, dan nama penerbit,titik.
Contoh:
Koesman, Soegeng.2009.Membangun Karakter Bangsa: Carut Marut Dan Centang-Perenang Krisis Multi Dimensi Di Era Reformasi.Yogyakarta: Lokus.
Anderson, Lorin W.Dan David R. Kratwohl.2001. A Ttaxonomy Of Education Objectives. New York: Longman.
McNamara, tim dan carsten roever. 2006. Language testing: the social dimention. Malden MA:Blackwell publishing.
Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowijoyo, Dan Hans Lapoliwa. 2008. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Jika ada beberapa buku rujukan ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama juga, data tahun penerbitan diikuti oleh lambanga, b,c, dan seterusnyayang urutannya ditentukan berdasarkan urutan pengutipan atau berdasarkan huruf awal kata pertama dari judul bukunya.
Contoh:
Soedarsono, Soemarno. 2007a, Hasrat Untuk Berubah: The Willingnessto Change. Jakarta: Elek Media Kupotindo.
Soedarsono, Soemarno, 2007b. Membangun Kembali Jati Diri Bangsa: Peran Penting Karakter Dan Hasrat Untuk Berubah. Jakarta: Elek Media Kupotindo.

4.2 Rujukan Dari Buku Yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Cara menulis rujukan dari buku berisi kumpulan artikel yang adea editornya adalah seperti menulis rujukan dari buku, ditambah dengan tulisan (penyunting/Ed) jika adfa satu editor dan (Eds) jika editornya lebih dari satu, diantara nama pengarang dan tahun penerbitan.
Contoh:
Aminuddin (penyunting) 1990. Pengembangan penelitian kualitatif dalam bidang bahasa dan sastra. Malang: HICKT Komosarit malang dan YA3.
Joseph, brian d. and Richard d. janda (eds). 2004. The handbook of historical linguistics. Malden, MA:Blackwell publishing.

4.3 Rujukan Dari Artikel Dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Nama pengarang ditulis didepan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa garis bawah dan tidak dimiringkan. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (penyunting/Ed.) jika hanya satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu. Judul buku digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring, diikuti nomor halaman dalam tanda kurung, diakhiri dengan nama kota dan penerbit buku tersebut.


Contoh:
Stufflebeam, Daniel l. 1985. The CIPP Model for program evaluation. Dalam George f. madaus, Michael s. scriven, dan Daniel l.stufflebeam.(eds.) 1985. Evaluation models: viewpoints on educational human service evaluation. (hlm.225-235). Boston: kluwer-nijhoff publishing.
Hasan, m.zainal.1990. karakteristik penelitian kualitatif.dalam aminuddin (penyuting). Pengembang penelitian kualitatif dalam bidang bahasa dan sastra (hlm, 12-25). Malang: HICKT Komisariat malang dan YA3.
4.5 Rujukan Artikel Dalam Majalah Atau Koran
Nama pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tahun, tanggal dan bulan (jika ada). Judul artikel ditulis tanpa garis bawah / atau cetak miring dengan huruf kapital pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung dan kata depan. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kat, dan diberi garis bawah / cetak miring. Nomor halaman tersebut pada bagian akhir.
Contoh:
Stiawan, Isbedy. 2006, 9 Maret. Buruk Kota, PKL Dipindah. Radar lampung, hlm. 15.
Pramono, Sidik. 2010, 15 Desember. Formula Kelulusan Tetap Tidak Adil. Media Indonesia, hlm. 11.

4.6 Rujukan Dari Koran Tanpa Pengarang
Nama Koran ditulis dibagian awal. Tahun, tanggal, dan bulan ditulis setelah nama Koran. Kemudian judul ditulis dengan huruf besar setiaphuruf awal kata kecuali preposisi dan konjungtor, seperti di, ke, karena, dan atau, dicetak miring, dan diakhiri dengan nomor halaman.
Contoh:
Media Indonesia.2010, 15 Desember. Mendunia Dengan Memacu Mutu. Hlm. 34.
Bandung Ekspres.2010, 2 Juni. UN Tetap Dipertahankan.hlm. 3.
                                                                                                                    



4.7 Rujukan Dari Dokumen Resmi Pemerintah Yang Diterbitkan Tanpa Pengarang          Dan Tanpa  Lembaga
Judul/nama dokumen ditulis dibagian dengan ditulis miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit, dan nama penerbit.
Contoh:                                                                                                                           
Undang-Undang Republic Indonesia, Nomor 20  Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta: PT Armas duta jaya.

4.8 Rujukan Dari Lembaga Yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut         
Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh:
Pusat Bahasa. 2008. Pedoman Penulisan Laporan  Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Pusat Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat. 2011. Pedoman penulisan karya ilmiah. Kotabumi: STKIP Muhammadiyah kotabumi-lampung.

4.9 Rujukan Berupa Karya Terjemahan
Nama pengarang asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemah, nama terjemah, tahun terjemah, nama tempat/ kota penerbitan, dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata “tanpa tahun.”
Contoh:
Ary, D.,Jacob, L.C.,dan Razavieh, A. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Diindonesiakan oleh Arief Furchan. 2004. Surabaya: Usaha Nasional.
Joyce, bruce, marsha weil, dan emilycalhoun. 2009. Models Of Teaching: Model-Model Pengajaran. Edisi Kedelapan. Diindonesiakan oleh achmad fawaid dan ateilla mirza. 2009. Yogyakarta: pustaka pelajar.


4.10 Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, Atau Disertasi
Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan garis bawah diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi.
Contoh:
Muloyana, Yoyo. 2000. Keefektifan Model Mengajar Respon Pembaca Dalam Pengajaran Pengkajian Puisi. Disertasi Tidak Diterbitkan. Bandung Sekolah Pascasarjana,UPI Bandung.
Sumarno. 1992. Nilai-Nilai Sosial Budaya Dan Gambaran Sosiopsikologis Novel-Novel Karya Ahmad Tohari Dan Hubungannya Dengan Pembelajaran Sastra Di Sekolah Menengah Atas. Skripsi Tidak Diterbitkan. Bandar Lampung: FKIP Universitas lampung.
Sumarno. 2001. Koreksi Kesalahan Berbahasa Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Pagelaran, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.Tesis Tidak Diterbitkan. Palembang: Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya.
4.11 Rujukian Berupa Makalah Yang Disajikan Dalam Seminar, Penataran, Atau Lokakarya
Nama penyusun ditulis diawal, dilanjutkan dengan tahun dan bulan penyajian (bila memungkinkan), judul makalah ditulis dengan garis bawah atau huruf miring, kemudian diikuti pernyataan makalah disajikan dalam …, nama pertemuan, lembaga penyelenggara dan tempat penyelenggeraan.
Contoh:                                                                
Sudrajat, Prasetyo. 2008. Membangun Bahasa Media Telivisi Yang Santun Melalui Gerakan Nasional Berbahasa Indonesia Yang Baik.Makalah Disajikan Dalam Kongres IX Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Jakarta, 28 Oktober- 1 November.

4.12 Rujukan Dari Internet
A. Karya Individual
Urutan penulisannya adalah nam penulis, titik, tahun, titik, judul (dicetak miring), titik, jenis media dalam tanda kurung, titik, kata “tersedia”, titik dua, alamat diinternet, titik, tanggal diakses dalam kurung, dan diakhiri dengantanda titik. Jika karya tersebut berupa buku yang diterbitkan, setelah judul,titik, nama kota penerbitan, titik dua, dan nama penerbit, titik.

Contoh:
Lickona,T.,Schaps, E., dan Lewis, C.2000.Eleven principles of effective character education. (daring). Tersedia: http: / /www.character.org/ principles/ index.cgi.(20 mei 2010).
Nucci, L. 2008. Studies in moral development and education. Chicago: unervicity of Illinois. (daring), tersedia: http: / /tigger.uic.edu/ Inucci/ morale/ aotm/article3. Html. (20 mei 2010).
B. Artikel Dalam Jurnal/ Makalah/ Koran
Urutan penulisannya adalah nama penulis, titik, tahun, titik, ludul artikel, titik, kata “dalam”, nama jurnal (dicetak miring/digaris bawahi), koma, jenis media, kata “daring”, dalam tanda kurung, koma,  volume (disingkat vol.), nomor terbitan dalam tanda kurung, titik dua, nomor halaman yang memuat artikel itu, titik, kata “tersedia”, titik dua, alamat diinternet, titik, dan tanggal diakses dalam tanda kurung, titik.
Contoh:                                                                
Ravinagata, Dhemas. 2009. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berorientasi Karakter Bangsa. Dalam Jurnal Edukasi Lingua Sastra, (Daring), Vol.8 (2): 99-109. Tersedia: http/ / www.elsa.ac.id  (20 Desember 2010).
C. Pesan Dari Pos-el
Urutan penulisannya adalah nama pengirim, alamat pos-el pengirim dalam tanda kurung, titik, tanggal, bulan tahun dikirim, titik, judul pesan, titik, kata “pos-el kepada”, nama penerima, alamat penerimadalam tanda kurung, dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
Musthafa, Kamaluddin (Kamaluddin @Yahoo.Co.Id). 25 Novenber 2010. Sistematika Penelitin Kajian Pustaka. Pos-el kepada bahruddin maulana (maulana bahruddin @ymail.com).
4.13 Rujukan Dari Artikel Dalam Jurnal Dari CD-ROM
Penulisannya dalam daftar rujukan sama dengan penulisan artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROM-nya dalam tanda kurung.
Contoh:           
Krashen, S., Long  M, dan scarcella R. 1999. Age, Rate, and Eventual attainment in second language acquisition. Dalam jurnal TESOL Quarterly, vol. 13 (3):537-585 (CD-ROM:TESOL Qquarterly-Digital, 2007).
Daftar rurjukan ditulis berurutan secara alfabetis tanpa nomor urut menggunakan paragraph gantung (hanging pargraph). Suatu sumber yang menggunakan tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak antarbaris satu sapasi dan jarak antara sumber pustaka yang satu dan sumber pustaka berikutnya adalah dua spasi (lampiran 29).

5. Penulisan Angka Dan Simbol
Cara menulis angka dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut.
1)            Angka yang dapat ditulis dengan satu kata ditulis denga huruf, kecuali berupa deretan angka.
Contoh:
·            Dalam dua minggu ini saya bekerja kers untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
·            Kita memerlukan 5 rim kertas, 3 penggaris, 4 pencil, 1 lisin buku tulis.
2)            Angka yang tidak dapat ditulis dalam satu kata ditulis dengan angka arab.
·            Dari 25 kandidat untuk jabatan ketua organisasi itu lima diantaranya dinyatakan berhak mengikuti pemilihan tahap akhir.
3)            Angka yang bukan berupa urutan nomor dalam tulisan tersebut tidak boleh ditempatkan pada awal kalimat. Disarankan untu7k mengubah urutan unsure kalimat tersebut sehingga anhgka itu tidak terletak diawal kalimat.

Contoh:
·            Rapat itu dihadiri 29 orang guru. (benar)
·            29 orang guru hadir dalam rapat itu. (salah)
·            Dua puluh Sembilan guru hadir dalam rapat itu. (salah)
4)            Angka yang menunjukan jumlah yang besar dapat ditulis dengan menggabungkan angka dan huruf.
·            Aksi 10 ribu mahasiswa itu merepotkan aparat keamanan.
5)            Penulisan simbol kimia, matematika, statistika, dan sebagainya dilakukan sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan.

6. Penulisan Singkatan
            Penulisan singkatan mengikuti aturan sebagai berikut.
1)            Pada prinsipnya dalam karya ilmiah tidak diperkenankan diopergunakan singkatan, loebih-loebih singkatan tidak resmi.
2)            Jika dipandang perlu menyingkat, misalnya nama instansi dan judul novel yang sering disebutkan, pada penyebutan pertama diberi keterangan singkatannya dalam tanda kurung.

Contoh:
·            Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (selanjutnya disingkat RDP)….
·            Laporan perserikatan bangsa-bangsa selajutnya disingkat PBB) menyebutkan   bahwa….
Penulisan selanjutnya cukup singkatannya saja (tidak perlu menuliskan kepanjangannya).

Contoh:
·            Dalam novel RDP….
·            Laporan tahunan PBB menyebutkan bahwa….





           











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar